Liputan6.com, Jakarta – Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 4 Maret menceritakan, mobil Ken melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di depan rumah Zara. Mesin dimatikan, lalu Ken mengamati bangunan kontrakan yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh selidik. Sambil menyender di kursi kemudi, ia bergumam setengah bercanda, menanyakan apakah tempat itu kini menjadi markas baru Elite Squad. Nada suaranya terdengar santai, tetapi sorot matanya menyiratkan rasa penasaran.
Suara mobil yang baru saja berhenti rupanya menarik perhatian Diah. Dari balik tirai jendela, ia mengintip dengan hati-hati. Begitu mengenali sosok di luar, ia tampak terkejut dan menyebut nama Ken pelan, seolah memastikan penglihatannya sendiri tidak salah.
Di sisi lain, Mohan tengah mengantar Raisa pulang dengan sepeda motornya. Raisa duduk di jok belakang, tangannya melingkar santai di pinggang Mohan tanpa ragu. Sepanjang perjalanan, ia bercerita bahwa dirinya merasa nyaman berada di rumah Tante Diah. Menurutnya, mengobrol dengan Diah terasa menyenangkan dan membuatnya betah berlama-lama di sana.
Sementara itu, beberapa anak panti masih asyik bermain di halaman. Tawa mereka terdengar riang memecah sore. Blade berdiri di belakang sebuah ayunan, mendorongnya perlahan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Dari kejauhan, Fattah memperhatikan pemandangan tersebut dengan tatapan penuh arti. Ia berkomentar ringan bahwa Blade tampaknya sudah semakin akrab dengan suasana dan orang-orang di sana. Mendengar suara itu, Blade spontan menoleh kaget, seolah tak menyadari dirinya diperhatikan.
Tak lama kemudian, Fattah mengajak anak-anak masuk ke dalam rumah untuk makan bersama. Blade pun ikut bergabung dan duduk di tengah-tengah mereka. Ruangan segera dipenuhi canda dan obrolan polos khas anak-anak.
Salah satu dari mereka tiba-tiba bertanya apakah Kak Jane akan datang lagi besok. Blade menatap anak-anak di kanan kirinya, lalu menjawab santai bahwa ia akan datang jika diundang. Jawaban itu membuat Fattah tersenyum tipis, menyimpan perasaan hangat yang tak terucap.  Â